Keriuhan kembali tercipta di lapangan Smansa Perjaka. Kamis pagi (16/8), OSAKA (Osis Smansa Perjaka) mengusung lomba yang berlatar belakang era tempo dulu. Kali ini OSAKA menjadwalkan adanya lomba gobak sodor, sebuah permainan tradisional yang sudah lama tak kita nikmati.

Peserta lomba yang terdiri dari para siswa tampak antusias menyambut permainan yang tak setiap hari mereka ikuti.Rangkaian lomba dalam rangka menyambut HUT ke-73 RI masih terus diselenggarakan. Beberapa di antaranya sudah selesai diselenggarakan, seperti lomba tarik tambang, pecah air, dan estafet ragam permainan. OSAKA sepertinya tak ingin melewatkan moment keterlibatan siswa dengan lomba yang biasa-biasa saja, karena itu dipilihlah salah satu permainan tradisional yang pada dasarnya banyak makna dibaliknya. Hal itu juga disampaikan oleh Woro Ariyandini, S.Pd., selaku Pembina OSIS, saat ditemui di sela-sela kegiatan tersebut. 

“Kami dari OSIS sengaja memilih gobak sodor sebagai salah satu kegiatan peringatan HUT RI tahun ini karena permainan tradisional kini semakin tenggelam di era modern. Kami berharap dengan diadakannya permainan tradisional, para siswa terhibur, tak malas bergerak, mau melepas sejenak gadgetnya, bersosialisasi dengan teman lain, dan lebih mahir mengendalikan emosi lewat aktivitas tersebut,” tutur beliau.


Remaja modern memanglah kaum muda yang lebih akrab dengan teknologi, tetapi juga penting sekali mengenal budaya lama tetapi sarat makna. Gobak sodor merupakan kerja tim. Kekompakan dan kerja sama yang baik membuat permainan semakin terarah. Di situlah sisi manusia sebagai makhluk sosial teraktualisasi secara nyata. Nah, ayo generasi milenial mengenal permainan tradisional.

Gobak Sodor Ramaikan Rangkaian Lomba Hari Ini

Navigasi pos