SMANSA PERJAKA selain menyajikan pemandangan yang asri dengan pemandangan tumbuhan dan bunganya, SMANSA PERJAKA juga terdapat kebun buah seperti  kebun jambu yang terdapat di wilayah bagian belakang sekolah. Letak tepat kebun itu berada di belakang kelas XI MIPA 5. Perawatan kebun jambu itu dirawat oleh para pekerja kebun yang tugasnya menjaga kebersihan wilayah sekolah dan kita tentunya sebagai warga sekolah yang harus ikut merawatnya juga. Kebun jambu itu dirawat oleh Bapak Dalim, Bapak Puput dan Bapak Hadi.

Pada kesempatan kali ini saya mewawancarai Bapak Dalim sebagai narasumber. Awal mula kebun itu dibuat yaitu karena sekolah melaksanakan program Go Green dan juga sekolah mengikuti sekolah Adiwiyata. Kebersihan dan kehijauan senantiasa harus dijaga serta dirawat warga sekolah demi melaksanakan program tersebut. Pohon jambu yang ditaman di sekolah bukan asli dari biji, tetapi hasil stek yang sekitar 6-7 bulan berbuah. Jenis jambu yang ditanam pun beragam yaitu : jambu Kristal, jambu Citra dan jambu merah yang biasanya dikonsumsi dengan cara dijus. Jambu-jambu itu memang ditanam untuk kemakmuran warga sekolah mulai dari siswa sampai Bapak/Ibu guru yang memetik untuk dikonsumsi. Seringkali Bapak Dalim jumpai siswa sedang memetik jambu untuk dimakan di bawah pohon sambil bersendau gurau atau dibawa pulang 2-3 buah.

Berikut cara menanam dan perawatan  yang Bapak Dalim lakukan pada kebun jambu:

Pilihlah bibit jambu yang unggul
Sebelum ditanam,tanahnya dicampur dengan pupuk organik
Setelah tanah gembur, tanam bibit pohon jambu
Kemudian, siram pohon jambu secara teratur,sistem penanaman di SMANSA PERJAKA berbeda, kebun atau tempat penanaman lebih rendah tanahnya daripada sisi lain, jadi cukup dengan di “LEB” atau direndam air, air yang digunakan yaitu irigasi dari saluran air secukupnya
Bersihkan hama seperti rumput liar di sekitar pohon jambu setiap 1 bulan sekali
Setelah 6 bulan jambu siap dipanen
Sebenarnya dalam perawatan pohon jambu tidak ada yang khusus, karena memamang bibitya sudah bagus, paling kalau musim penghujan, karena tanahnya paling rendah semua air jadi mengalir ke kebun.  Biasanya Bapak Dalim membuat area resapan di beberapa tempat untuk mengurangi kapasitas air yang terlalu berlebihan. Pada musim kemarau sebenarnya tidak ada masalah karena buah jambu tidak menyerap banyak air. Untuk rasa buahnya pada musim kemarau manis dan tidak ada ulat di dalam buah, hanya saja kadang pohon mulai layu, dan ketika mulai layu biasanya sore hari disiram oleh Bapak Dalim.

Penanaman pohon jambu bertujuan baik untuk warga sekolah dan juga lingkungan sekolah. Untuk itu kita perlu ikut menjaga dan merawatnya, jangan hanya menikmati buahnya saja. Kebersihan sekolah juga harus terus kita jaga demi kenyamanan kita berada dilingkungan sekolah dan kenyamanan kita ketika belajar. Jadi mari kita jaga lingkungan sekolah dengan baik, mulai dari hal-hal kecil terlebih dahulu. Karena ingat semua hal yang besar berawal dari hal-hal yang kecil.

Kebun Buah SMA N 1 Purwareja Klampok

Navigasi pos