Setelah disibukkan dengan persiapan lomba puisi, kali ini giliran peserta lomba macapat yang berjibaku dengan pembuatan video karya mereka, pada Jumat (4/12) di Smansa Perjaka.

Ada empat siswa yang didapuk mewakili Smansa Perjaka untuk mengikuti ajang Lomba Macapat Tingkat SMA/SMK/SMALB se-Jawa Tengah yang diadakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, yaitu Siti Khotijah (XI MIPA 2), Anindya Ratri Muri Hastuti (XI IPS 2), Martin candra Nugraha (XI MIPA 5), dan Riska Saputra Nugraha (XII MIPA 3).

Lomba yang bertujuan untuk membangun eksistensi tembang macapat dan menumbuhan kecintaan generasi muda terhadap budaya bangsa ini dilakukan secara virtual, mengingat masih adanya situasi pandemi dan keterbatasan kondisi.

Ada 6 kejuaran putra dan 6 kejuaraan putri yang diperebutkan dalam lomba yang mengusung tema “Membangun Pendidikan Berkebudayaan melalui Nilai-Nilai Luhur dalam Tembang Macapat” tersebut.

Tak Kenal Lelah

Meski waktu terasa terlewati begitu cepat, para peserta lomba tetap berusaha maksimal dalam setiap pelatihan yang dilakukan beberapa hari sebelum pembuatan video.

Didampingi oleh Metriks Citrowati dan Suyud Hadi S. selaku pelatih, para siswa menjadi makin termotivasi untuk menampilkan yang terbaik dari hari ke hari selama proses pelatihan.

Saran dan perbaikan dalam menyanyikan tembang macapat menjadi rangkaian proses yang melebarkan sayap pengalaman peserta lomba.

“Semangat para peserta lomba sungguh luar biasa. Mereka selalu datang berlatih dan siap digembleng agar bisa menampilkan bakat terpendam dari diri mereka masing-masing.

Mereka juga rela mengikuti pembuat video karya tembang macapat yang membutuhkan proses panjang.

Semoga mereka bisa meraih kejuaraan dan menghargai pengalaman yang sudah mereka lewati sedemikian rupa untuk menciptakan hasil yang terbaik,” kata Metriks Citrowati.

Wadah Kreasi dan Pembuktian Diri

Banyak siswa yang seringkali tidak yakin dengan bakat dan kemampuan mereka sendiri, sehingga tak mengherankan jika banyak pula yang kemudian tidak berani mencoba.

Ajang perlombaan bisa menjadi media yang memacu semangat siswa untuk melibatkan diri. Berawal dari hal tersebut, siswa yang berperan sebagai peserta yang mewakili sekolah akan mendulang banyak pengalaman, tak jarang pula yang pada akhirnya mendapat keyakinan dan keercayaan diri terhadap bakat mereka.

Hal itu menjadi salah satu alasan sekolah, Smansa Perjaka, untuk mendorong dan memberi kesempatan siswa dalam membuktikan diri. Mari kita dukung para siswa agar selalu bersemangat menorehkan prestasi. Smansa Perjaka, Jayalah Selalu.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *