Kurikulum merupakan salah satu sudut sibuk sekolah yang tak pernah berhenti berkiprah. Begitu banyak aktivitas pembelajaran yang melibatkan peran pihak kurikulum sekolah. Berkaitan dengan besarnya perhatian Smansa Perjaka terhadap lingkungan belajar mengajar, pihak kurikulum tak ketinggalan untuk ikut andil dalam gerakan cinta lingkungan. Salah satunya dengan mengupayakan integrasi berbasis lingkungan ke dalam Rencana PP dengan porsi sebanyak 60 %.

Pembelajaran Berbasis Lingkungan

“Sebagai sekolah adiwiyata, Smansa Perjaka berusaha mengintegrasikan banyak kegiatan dengan titik perhatian terhadap lingkungan. Umumnya, kurikulum lebih dikenal dengan aktivitas-aktivitas kerja berbatas ruang (indoor). Akan tetapi, hal itu bukan berarti pihak kurikulum tak ambil bagian dalam mendukung gerakan cinta lingkungan. Melalui RPP berbasis lingkungan, kurikulum Smansa Perjaka berusaha membuktikan bahwa rancangan belajar sangat mungkin dikaitkan dengan bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Seperti teks eksposisi dalam mapel bahasa Indonesia yang mengulik peristiwa alam, pemanfaatan bahan pangan lokal dalam teks deskripsi di mapel bahasa Jawa, dan pentingnya menjaga cagar budaya dalam pembelajaran mapel Sejarah, dan lain-lain,” kata staf  kurikulum, Kurnia Wirantini, S.Pd. saat ditemui Kamis (18/3).

Memanglah program besar sekolah akan berjalan dengan matang dan sukses jika semua pihak ikut terlibat dan berperan aktif. Kurikulum berkontribusi lewat sisipan kepedulian terhadap masalah lingkungan dalam RPP yang akan diteruskan dan dikenalkan guru kepada siswa. Meski tidak dalam porsi besar, proses pengenalan dan ulasan yang sederhanapun dapat membuka wawasan siswa, serta menumbuhkan jiwa kepedulian terhadap alam sekitar.

Praktik Langsung di Lapangan

“Saya sering menggunakan ruang terbuka di sekolah untuk kegiatan pembelajaran, misalnya membuat puisi bertema lingkungan sekolah. Bahkan dalam situasi pandemi seperti sekarang ini, tanpa adanya kehadiran para siswa, saya masih tetap bisa menikmati lingkungan alam sekolah untuk mengajar secara virtual,” kata Dewi Rahmawati, S.S., guru pengampu mapel Bahasa Indonesia di Smansa Perjaka saat ditemui Senin, 8 Maret 2021.

Implementasi wawasan adiwiyata yang termuat dalam RPP bisa diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar dengan konsep pembelajaran outdoor. Smansa Perjaka sendiri memiliki ruang belajar outdoor yang cukup beragam, seperti hamparan lapangan hijau, taman-taman yang hampir mengelilingi semua pekarangan kelas, dan gazebo. Dengan menggunakan ruang-ruang terbuka tersebut, guru dan siswa bisa memanfaatkan alam sekitar untuk keperluan pembelajaran. Tak hanya bicara mengenai implementasi RPP berbasis lingkungan dan pemanfaatan ruang terbuka sekolah, berinteraksi dengan alam sekitar juga dapat dijadikan salah satu langkah mengusir kejenuhan belajar di dalam kelas.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *