Sebuah sekolah bisa memiliki berbagai macam sebutan atau julukan ( branding ). Misalnya sekolah ramah anak, sekolah kewirausahaan, sekolah literasi, sekolah adiwiyata, dan sebagainya.  Semua jenis sebutan tersebut membawa misi dan nilai tertentu.

Demikian pula dengan branding sekolah Adiwiyata yang diemban SMA N 1 Purwareja Klampok Banjanegara atau lebih familier dengan sebutan Smansa Perjaka. Sekolah Adiwiyata merupakan suatu konsep yang dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup berdasarkan peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 05 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata. Program sekolah Adiwiyata merupakan implementasi dari praktik baik sekolah yang memiliki kesadaran tinggi seputar lingkungannya. Lebih jauh, melalui program sekolah Adiwiyata diharapkan tercipta sebuah budaya kuat untuk mencintai lingkungan secara terpadu.

Untuk tahun ini Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banjarnegara mengajukan 13 sekolah ( SD, SMP, dan SMA ) di wilayah Kabupaten Banjarnegara guna mengikuti kompetisi Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional. Adapun elemen penilaian sekolah Adiwiyata didasarkan pada hal-hal sebagi berikut:

  1. Aspek RAPBS ( rancangan pendapatan dan belanja sekolah ) harus mencapai 20% dari anggaran sekolah untuk kegiatan Adiwiyata ini.
  2. Aspek kurikulum meliputi pembelajaran yang diselenggarakan harus mencapai 60% integrasi lingkungan ke dalam pembelajaran.
  3. Aspek kegiatan siswa harus mengacu pada terbentuknya karakter kecintaan pada lingkungan.
  4. Aspek penataan lingkungan harus memenuhi unsur-unsur sebuah sekolah Adiwiyata, seperti keberadaan kantin sehat, hutan sekolah, pemilahan sampah plastik dan nonplastik, hingga terciptanya karakter atau budaya tertib seluruh warga sekolah.
  5. Aspek pengelolaan informasi sekolah Adiwiyata melalui kanal-kanal informasi baik cetak maupun digital di lingkungan sekolah dan luar sekolah seperti website sekolah, majalah, dan mading.
  6. Aspek keterlibatan pihak luar sekolah sebagai mitra sekolah dan kerjasama antarinstansi agar terwujud perilaku cinta lingkungan secara terpadu.

Dengan demikian gerakan atau program sekolah Adiwiyata merupakan sebuah program yang berupaya untuk melibatkan seluruh warga sekolah untuk peduli terhadap kelestarian lingkungannya. Hal ini akan berimbas pada gairah belajar seluruh warga sekolah karena kenyamanan lingkungan yang dihuninya terasa sejuk dan hijau. Lebih jauh, diharapkan tercipta budaya atau karakter positif warga sekolah untuk saling menghargai satu sama lain dan berakhlak mulia.

Dengan luas lokasi hampir 2 hektar, Smansa Perjaka mampu menampung seluruh aspek yang dibutuhkan dalam sebuah proses pendidikan itu sendiri, yakni meliputi aspek kognitif ( berpikir), psikomotor ( keterampilan hidup ), serta afektif ( sikap/ karakter ) bagi para siswanya. Pembentukan budaya bersih misalnya diwujudkan melalui pantauan guru terhadap perilaku siswa dalam membuang sampah, aktivitas hemat energy di kelas, hingga pemanfaatan sampah atau limbah basah dan keringnya.

Secara teknis, kegiatan sekolah Adiwiyata berbasiskan lingkungan sama dengan kegiatan pembelajaran pada umumnya meliputi kegiatan belajar mengajar baik secara akademik maupun nonakademik. Muaranya juga sama yaitu mewujudkan peserta didik yang kompeten dan cinta lingkungan.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *