Isra Mikraj dan Tanda Ketaatan

Dipublikasikan oleh Teguh Priyan pada

Sebuah perintah yang diturunkan Allah SWT merupakan seruan penghambaan yang dengannya manusia menjadi beda dengan ciptaan Allah yang lain yakni setan. Ini bermakna bahwa titik kemuliaan seorang manusia berada dalam ketaatan yang ia sanjungkan ke hadirat Tuhannya.

Dengan penghambaan, manusia berikrar bahwa ia lemah, ia rapuh dan seterusnya yang meniscayakan ketundukan pada segenap ketentuan Tuhannya. Pengakuan betapa lemah kodrat manusia inilah justru yang mempertinggi nilainya di sisi Allah Taala.

Oleh karena itu, berkaca dari perjalanan Nabi kita dalam Isra Mikrajnya, kita diajak melakukan refleksi spritual tentang pertanyaan: sudah seberapa jauh manifestasi penghambaan kita bermakna bagi lingkungan sekitar kita?
Jawabannya tentu berpulang pada diri masing-masing, sebab hakikat kemuliaan hanya dapat diukur oleh diri sendiri dan Tuhannya.

Akhirnya, perayaan Isra Mikraj harus kita kemas dalam bentuk refleksi kemanusiaan terdalam kita, tentang seberapa militan ibadah ritual kita kepada sang Pencipta untuk kemudian sudah seberapa besar makna hadirnya kita di muka bumi ini jika dikelindankan dengan tujuan penciptaan itu sendiri?

Selamat memperingati Isra Mikraj 1443 H semoga kita senantiasa menjadi hamba yang kembali. Amiin

Kategori: Artikel

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.