Purwareja Klampok — Kobaran api unggun di lapangan sepak bola SMA Negeri 1 Purwareja Klampok, Jumat (17/7), menjadi penanda lahirnya kebersamaan di antara peserta didik baru. Cahaya yang mengelilingi lingkaran peserta itu bukan sekadar bagian dari tradisi kepramukaan, melainkan simbol dimulainya perjalanan mereka sebagai keluarga besar sekolah. Momen tersebut merupakan puncak kegiatan Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) yang digelar sebagai bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027. Selama dua hari, peserta didik baru mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kerja sama melalui pendekatan pendidikan kepramukaan.
Berbagai aktivitas, seperti Scouting Quiz, lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB), hingga Scouting Skill, tidak semata menjadi ajang mengasah keterampilan kepramukaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi media bagi peserta untuk belajar mengambil keputusan, membangun komunikasi, serta menyelesaikan tantangan secara bersama-sama.
Suasana kebersamaan mencapai puncaknya saat malam api unggun. Di tengah lingkaran peserta, nyala api menjadi simbol persatuan yang telah lama melekat dalam tradisi kepramukaan. Kehangatan suasana semakin terasa ketika Bratasena Band, grup musik yang beranggotakan para guru SMA Negeri 1 Purwareja Klampok, tampil membawakan sejumlah lagu. Tidak ada sekat antara guru dan peserta didik. Mereka bernyanyi bersama, bertepuk tangan mengikuti irama, dan menikmati suasana yang membangun kedekatan dalam nuansa kekeluargaan.
Kepala SMA Negeri 1 Purwareja Klampok sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus), Asih Pangestuti, S.Sos., M.Si., mengatakan bahwa PTA menjadi bagian penting dari proses pembentukan karakter peserta didik sejak hari pertama mereka memasuki lingkungan sekolah.
“MPLS bukan hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi awal pembentukan karakter. Melalui PTA, kami ingin menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, serta kemampuan bekerja sama sebagai bekal peserta didik dalam menjalani proses pendidikan,” ujarnya. Bagi para peserta, kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertama membangun kebersamaan dengan teman-teman dari berbagai kelas. Salah seorang peserta mengaku suasana yang tercipta selama PTA membuat proses adaptasi di lingkungan sekolah berlangsung lebih mudah.
“Saya paling terkesan saat api unggun. Kami berkumpul bersama, bernyanyi, dan saling mengenal. Penampilan Bratasena Band juga membuat suasana menjadi hangat dan menyenangkan. Dari situ saya merasa tidak lagi asing berada di sekolah ini,” katanya. PTA menjadi salah satu pendekatan yang dipilih SMA Negeri 1 Purwareja Klampok untuk menghadirkan MPLS yang tidak berhenti pada pengenalan lingkungan sekolah. Melalui pengalaman belajar di luar ruang kelas, peserta didik diajak memahami bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung melalui pelajaran, tetapi juga melalui kebersamaan, keteladanan, dan pengalaman hidup yang dibangun sejak langkah pertama mereka memasuki sekolah.