Manusia selalu hidup berdampingan dengan alam. Alam memberikan hasil yang melimpah, manusia diharapkan pandai mengolah.  Kesempatan yang baik dimanfaatkan oleh peserta ekskul ecoprint untuk menghasilkan karya yang bersinergi dengan alam, yaitu pemanfaatan dedaunan untuk motif di kain. Dengan arahan guru pembimbing ekskul, Leni Rahmayanti, S.Pd., peserta ekskul berusaha tetap aktif meski di era pandemi seperti sekarang ini dengan melakukan eksplorasi di rumah dan sesekali di sekolah. Hal itu diterapkan dengan menyesuaikan kondisi yang ada, karena proses belajar tatap muka memang masih belum bisa dilaksanakan.

Dedaunan : Target Buruan

Ide pembuatan ecoprint berawal dari pemikiran penggunaan bahan-bahan yang ramah lingkungan sekaligus membekali keterampilan kepada siswa untuk mengembangkannya setelah lulus sekolah.Tingkat kesulitan ecoprint tidaklah tinggi, hanya dibutuhkan keuletan dari proses pembuatannya.

“Ecoprint mempunyai nilai jual yang sangat tinggi, peluangnya sangat bagus, apalagi yang mempunyai daya kreativitas bisa membuat karya yang dapat bersaing di pasar internasional,” jelas Leni di sela-sela kesibukannya.

Antusiasme Peserta Ekskul Ecoprint

Hasil yang bagus dan keren membuat peserta ekskul ecoprint membuktikan sendiri bahwa ecoprint merupakan karya yang mungkin dibuat dan menghasilkan kain unik dan eksklusif. Hal itulah yang membuat peserta ekskul ecoprint menjadi bersemangat dan terpacu dalam membuat karya demi karya. Saat ini Leni Rahmayanti telah menyimpan koleksi ecoprint karya peserta ekskul untuk di jual melalui media online.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *