Menyambut Hari Bumi, 22 April 2021, Kepala SMAN 1 Purwareja Klampok beserta Tim Adi Wiyata sekolah berinisiatif untuk mengisi moment baik tersebut dengan gerakan bertema “Memulihkan Bumi Kita”. Hari ini, banyak warga sekolah yang sudah mengumpulkan tanaman yang ditempatkan pada bekas ember cat.

Ya, tak sekedar ingin menghijaukan sekolah, pemanfaatan barang bekas sebagai pot tanaman bisa sekaligus dilakukan agar bumi tak terlalu berat memikul banyaknya sampah plastik. Dengan gerakan tersebut, diharapkan peran serta terhadap sekolah adi wiyata bisa selalu terwujud dan mendukung tujuan di balik Peringatan Hari Bumi.

Bukan yang Pertama Kali

Membawa tanaman sebagai gerakan penghijauan sekolah, bukanlah kegiatan yang baru pernah dilakukan warga Smansa Perjaka. Sekolah, melalui bagian Sarpras, seringkali bekerja sama dengan pemilik usaha tanaman hias untuk memenuhi kebutuhan tanaman demi mempercantik sekolah. Dengan adanya gerakan nyata yang dilakukan oleh warga sekolah seperti membawa satu tanaman hias ke sekolah, ditujukan agar warga sekolah memiliki rasa sadar lingkungan dan mencintai keberadaan lahan hijau di sekolah.

“Kami dari tim adi wiyata sudah memiliki beberapa program tetapi tentu saja kami butuh dukungan dari semua pihak untuk menciptakan sekolah yang nyaman, asri, dan elok dipandang. Hari ini dilakukan kembali gerakan tanam pohon sebagai peringatan terhadap Hari Bumi dan bukti perhatian kita terhadap lingkungan. Jika semua memiliki tujuan yang sama dan keterlibatan bersama, hal itu akan memudahkan kita dalam mewujudkan sekolah adi wiyata yang terus berkesinambungan dari waktu ke waktu, dari tahun ke tahun,” ungkap Drs. Amin Shodiq.

Bagian dari Upaya Kebersihan dan Kesehatan

Bumi merupakan planet tempat tinggal manusia, yaitu kita. Sudah sepantasnya kita semua merawat dan menjaganya. Tak hanya berkisar seputar tanam-menanam, hari bumi juga mengingatkan kita akan pentingnya kesehatan dan kebersihan guna mendukung lingkungan yang baik sehingga bumi terlindungi dan kita hidup dengan nyaman.

“Kami punya alasan untuk apa kami gencar menciptakan lahan hijau di sudut-sudut sekolah dan melaksanakan program penghijauan bersama. Tanaman akan mengikat polusi udara. Dengan begitu, kita bisa bernapas di antara lingkungan yang sehat. Dengan adanya sikap yang konsisten terhadap budaya cinta lingkungan, kita pasti akan sangat keberatan jika sampah-sampah yang dibuang sembarangan dapat mengganggu lingkungan. Satu poin plus lagi, kita mendukung gerakan hidup bersih,” imbuh Waka Sarpras Smansa Perjaka, Drs. Ibnu Ashar, M.M.

Kebiasaan yang baik akan menciptakan hasil yang baik. Hari Bumi yang jatuh tepat pada hari ini semoga makin menguatkan kesadaran kita akan pentingnya pemeliharaan lingkungan. Jangan manis sepah dibuah, jangan sekedar menikmati tanpa mau berpartisipasi. Mari bersama jaga bumi kita, jaga lingkungan kita. Cinta bumiku, nyaman negeriku.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *