Tingkatkan Kesiapsiagaan, SMA Negeri 1 Purwareja Klampok Gelar Latihan Gabungan Pramuka bersama Damkar

‎BANJARNEGARA – Ambalan Imam Bonjol – Cut Meutia, SMA Negeri 1 Purwareja Klampok sukses menyelenggarakan kegiatan latihan gabungan (Latgab) antar anggota pramuka. Kegiatan yang bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) ini digelar di lingkungan SMA Negeri 1 Purwareja Klampok pada hari Senin, 15 Juni 2026 dan diikuti oleh 118 peserta dari 7 pangkalan.
‎Latihan gabungan ini diinisiasi oleh pangkalan SMA Negeri 1 Purwareja Klampok untuk membekali para anggota Pramuka dengan pengetahuan praktis mengenai keselamatan, serta membentuk karakter yang tanggap dan cekatan dalam menghadapi situasi darurat, khususnya musibah kebakaran.
‎Sebagai tuan rumah, SMA Negeri 1 Purwareja Klampok menggandeng 6 pangkalan Pramuka sekitar untuk saling bersinergi. Adapun pangkalan yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini antara lain:
1. ‎SMA Negeri 1 Purwareja Klampok (Selaku Tuan Rumah).
2. ‎SMK HKTI 1 Purwareja Klampok.
3. ‎MA Al-Hidayah 1 Purwareja Klampok.
4. ‎SMK Bina Mandiri Purwareja Klampok.
5. ‎SMA Negeri 1 Kemangkon.
6. ‎SMK Negeri 1 Mandiraja.
7. ‎SMA Negeri 1 Purwanegara.

‎Sejak pagi hari, seluruh peserta yang berjumlah 118 orang tampak antusias mengikuti jalannya acara. Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pembukaan yang diikuti oleh seluruh peserta, kemudian dilanjutkan dengan sambutan hangat dari kak Fadli Romadino selaku Pradana Putra Ambalan Imam Bonjol – Cut Meutia, yang disusul oleh sambutan dari Kamabigus SMA Negeri 1 Purwareja Klampok, Ibu Asih Pangestuti, S.Sos., M.Si. Rangkaian sambutan tersebut lalu ditutup oleh Kak Slamet Kurniadi S.Pd. selaku ketua Kwarran Purwareja Klampok.
‎‎Kegiatan selanjutnya yaitu pemberian materi kepada seluruh peserta. Dalam sesi ini, fokus utama beralih pada pemahaman teori dasar mengenai anatomi api dan manajemen risiko bencana.‎”Memadamkan api bukan hanya soal menyemprotkan air, tetapi tentang memahami karakteristik bahan yang terbakar agar kita bisa memilih media pemadam yang tepat,” jelas salah satu pemateri.

‎Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai klasifikasi kebakaran (Kelas A, B, C, dan D) serta pengenalan jenis-jenis Alat Pemadam Api Ringan (APAR), mulai dari jenis powder, CO2, hingga foam. Sesi pematerian ini berlangsung interaktif, di mana para peserta aktif bertanya mengenai langkah-langkah awal pencegahan kebakaran yang sering terjadi di lingkungan kerja maupun rumah tangga.‎Memasuki sesi praktik dan simulasi, para peserta diajak langsung untuk mempraktikkan cara menjinakkan dan memadankan api saat situasi darurat di lapangan sekolah. Di bawah pengawasan petugas Damkar, para peserta belajar memadamkan api secara tradisional menggunakan kain basah. Selain itu peserta juga diajarkan sekaligus mempraktikan cara memadamkan api dengan menggunakan fire hose.‎Tidak hanya praktik memadamkan api di situasi darurat, para peserta juga mempelajari dan mempraktikkan Vertical Rescue. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para peserta dengan keterampilan evakuasi korban di medan vertikal atau ketinggian, seperti gedung bertingkat, tebing, maupun jurang.

‎‎Dalam sesi tersebut, para instruktur profesional memperagakan berbagai teknik pengikatan tali (knotting), penggunaan alat keselamatan (Harness dan Carabiner), hingga cara Menuruni Ketinggian (Rappelling) dengan aman. ‎Meski menguras fisik dan memicu adrenalin, seluruh peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan simulasi. Melalui kombinasi materi pemadaman kebakaran dan Vertical Rescue ini, para peserta diharapkan siap menjadi garda terdepan yang tanggap, tangguh, dan serba bisa dalam menghadapi berbagai jenis situasi darurat di lapangan.
‎Kak Slamet Kurniadi, selaku ketua Kwarran Purwareja Klampok, menyampaikan bahwa kolaborasi ini sangat penting untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik.

‎”Kami ingin anggota Pramuka tidak hanya siap di alam terbuka, tetapi juga memiliki keterampilan survival di lingkungan sekolah dan rumah. Melalui latihan bersama Damkar ini, mereka belajar membuang rasa panik dan bertindak cepat serta tepat saat ada urgensi kebakaran,” ujarnya.‎‎Pihak perwakilan dari Dinas Pemadam Kebakaran juga memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif dari SMA Negeri 1 Purwareja Klampok. Mereka berharap para anggota Pramuka dari 7 pangkalan ini dapat menjadi agen keselamatan (safety agent) yang mampu mengedukasi keluarga dan teman sebaya di lingkungan sekitar.‎Kegiatan latihan gabungan ini ditutup dengan apel penutupan kemudian dilanjutkan sesi foto bersama para peserta dengan Petugas Pemadam Kebakaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

Info Kontak

Pengunjung
  • 0
  • 68
  • 21
  • 1,099,498
  • 289,737