PURWAREJA KLAMPOK — Bukan sekadar menonton film, siswa SMAN 1 Purwareja Klampok belajar bagaimana sebuah cerita ditemukan, digali, dan dihidupkan melalui gambar. Selama tiga hari, 11–15 September 2026, mereka mengikuti kokurikuler lintas disiplin ilmu bertajuk “Lensa Peradaban dan Suara Bangsa melalui Eksplorasi Dokumenter”, mulai dari riset, wawancara, penulisan, hingga produksi film dokumenter. Perjalanan dimulai dengan pembekalan dan penentuan objek, kemudian dilanjutkan riset, wawancara, penulisan artikel, serta penyusunan script dan storyline. Pada tahap produksi, siswa mengambil gambar, merekam voice over, membuat poster, hingga menyunting film. “Kegiatan ini bukan sekadar menghasilkan film dokumenter. Siswa mendapatkan pengalaman untuk belajar dari lingkungan, melakukan riset, berkomunikasi dengan narasumber, kemudian mengolah informasi menjadi sebuah karya,” ujar Kepala SMAN 1 Purwareja Klampok, Asih Pangestuti, S.Sos., M.Si.

Bagi siswa, proses tersebut menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda. Mereka tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga menjalankan berbagai peran sebagai peneliti, reporter, penulis, kamerawan, hingga editor. “Kami tidak hanya merekam video, tetapi harus mencari informasi, melakukan wawancara, membuat naskah, dan menyatukannya menjadi sebuah cerita,” ujar Anggun, siswa kelas XI-A. Hasil kerja siswa kemudian dipertemukan dengan penontonnya dalam Gelar Karya Film Dokumenter, Selasa (15/9/2026). Ruang multimedia disulap menjadi bioskop mini dan digunakan untuk menayangkan karya dalam tujuh sesi, mulai pukul 07.00 hingga 15.30 WIB. Siswa kelas X dan XI mengikuti penayangan secara bergiliran. Trailer ditampilkan melalui smart TV, sedangkan poster film dipajang di lorong untuk melengkapi suasana gelar karya.
Kesuksesan gelar karya tersebut tidak terlepas dari kerja sama para guru, panitia, dan tim kokurikuler siswa sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan. Kukuh Adiatmoko, S.Pd., sebagai Koordinator Kokurikuler Kelas X, dan Runtu Setia W., S.Pd., sebagai Koordinator Kokurikuler Kelas XI, turut mengawal jalannya rangkaian kegiatan bersama tim kokurikuler siswa. Kolaborasi tersebut membuat proyek pembelajaran selama tiga hari dapat berujung pada karya yang tidak hanya selesai dibuat, tetapi juga layak ditampilkan dan diapresiasi oleh warga sekolah.