Di bawah terik matahari yang menghangat, peserta Lomba Puisi melakukan proses pembuatan video karya yang akan diikutsertakan dalam Lomba Puisi Tingkat Jateng yang diadakan oleh Universitas Ngudi Waluyo, Semarang. Pembuatan video yang dilakukan pagi sampai siang di SMA N 1 Purwareja Klampok pada Kamis, 3 Desember 2020, menampilkan 6 peserta yang berasal dari kelas X, XI, dan XII.

Kegiatan lomba tersebut tentu menjadi ladang kreasi bagi siswa yang masih bisa diikuti secara virtual atau jarak jauh sehingga tetap dapat menerapkan protokol kesehatan di masa rentan seperti sekarang ini.

Tetap Berkarya di Era New Normal

Meski kondisi masih dalam situasi tetap waspada terhadap Covid-19, beberapa siswa dari Smansa Perjaka tak mau hanya berpangku tangan. Selain mengikuti PJJ, para siswa menyambut antusias adanya Lomba Puisi Tingkat Jateng yang diusung oleh UNW.

Melalui persiapan proses interpretasi terhadap 3 puisi yang sudah ditentukan sebelumnya, lalu dilanjutkan dengan sesi pelatihan beberapa hari yang cukup panjang, enam peserta berusaha tampil maksimal.

“Kondisi pandemi seperti ini justru menjadikan kita semakin kreatif untuk tetap produktif tanpa meninggalkan protokol kesehatan.

Terpenting lagi, melalui ajang lomba apapun, siswa mampu menyerap pengalaman selain pembelajaran biasa,’ begitu ungkap Dewi Rahmawati, S.S., guru bahasa Indonesia sekaligus salah satu pembimbing lomba, saat ditanya alasan mengikutsertakan siswa Smansa Perjaka pada lomba tingkat Jateng tersebut.

Semangat Siswa dalam Sebuah Karya

Tak dapat dipungkiri, persiapan yang dilakukan di sela-sela waktu mengikuti PAS, bukan hal yang mudah. Akan tetapi, semangat di hati perwakilan peserta dari Smansa Perjaka tak pernah redup.

Mereka berlatih lewat proses yang hidup. Berlatih memantapkan suara, menghapal bait demi bait puisi, hingga mengatur gestur penampilan, menjadi rangkaian agenda yang sungguh mendatangkan banyak pengalaman bagi siswa. Hal serupa seperti yang disampaikan oleh Dhiya Athaya, salah satu peserta lomba.

“Saya menyambut baik ajakan untuk menjadi salah satu peserta lomba puisi tersebut. Senang sekali rasanya. Meskipun tidak mudah, tapi saya berusaha sebaik mungkin.

Apapun hasilnya nanti, pastinya saya senang sudah pernah merasakan pengalaman berharga dalam membaca puisi,” tutur Dhiya.

Video-video pembacaan puisi dari enam siswa Smansa Perjaka harus dikirimkan ke alamat link yang disebutkan dalam syarat lomba.

Tak hanya itu, peserta juga harus mengunggah video tersebut di IG mereka dalam bentuk IGTV. Kecanggihan teknologi dan medsos memang kini sangat familiar di masyarakat, termasuk di kalangan pelajar, sehingga tak heran jika ajang perlombaan pun melibatkan teknologi dan medsos.

Era new normal bukan berarti kita hadapi dengan banyak diam, tetapi lebih bijak jika kita tetap mengupayakan usaha yang maksimal. Selamat menorehkan cita, semangat mengukir karya!!

Kategori: Reportase