Smansa Perjaka, Banjarnegara (13/4) Bulan Ramadhan sebagai bulan penuh berkah selalu menghadirkan nuansanya tersendiri. Tersua beragam pengalaman spiritual yang menarik dalam perjalanan langkah kaki anak manusia menapaki bulan penuh rahmat ini.

Tak terkecuali pada sejumlah siswa yang berhasil ditemui tim website ketika mereka tengah menunaikan ibadah solat Dhuha di masjid SMA Negeri 1 Purwareja Klampok kemarin. Tampak serombongan siswa dari beberapa kelas melakukan ragam aktivitas terkait solat Dhuha. Sebagian tampak pula tengah menyelesaikan bacaan Al Qurannya. Beberapa siswa lain tampak berbincang satu sama lain usai menunaikan solat tersebut.

Salah seorang siswa dari kelas XI IPA 4 Fauziya menyatakan bahwa ia sangat senang bisa solat Dhuha bersama teman-temannya. “Awalnya baru beberapa siswa yang mau dhuha di masjid sekolah. Lama kelamaan teman lain mengikuti jejak teman sekelas untuk Dhuha bersama, ” ujar gadis yang memiliki hobi membaca ini riang. Lain lagi dengan pengalaman Rania, siswa kelas X. Ia menyatakan bahwa solat Dhuha menjadi semacam healing setelah pada jam- jam pertama pelajaran disodori banyak materi. “Iya banget, dengan solat Dhuha tuh otak kita serasa dicharge kembali setelah dari pagi terus diberondong pelajaran kan. Nah dengan ambil air wudhu dan Dhuha, kita bisa fresh kembali, ” ucapnya yang diaminkan oleh teman di sebelahnya.
Ya, sebentuk ketenangan, kedamaian atau apapun sebutan yang sepadan dengan istilah tersebut merupakan the ultimate goal atau tujuan utama manusia dalam beraktivitas. Beragam cara diupayakan manusia demi satu kata itu: ketenangan.

Maka, ketika pilihan kita sebagai umat muslim adalah kembali menata aktivitas ibadah kepada Allah SWT, secara otomatis tentu saja ketenangan akan diperoleh. Tentu saja dengan syarat dan ketentuan berlaku. Apa sajakah itu?

Menurut Ustadz Abdul Somad, ibadah seorang hamba akan diterima Allah Taala hanya jika dilakukan sesuai syariat serta diniatkan secara ikhlas mengharap ridhaNya. Tanpa hal itu, jauhlah kita dari predikat hamba yang beriman.

Dengan demikian, menjejakkan kaki ke masjid dalam upaya meraih ketenangan sangatlah dianjurkan. Akhirnya mari berfastabiqul khairat agar kita menjadi hamba yang beruntung. Amiin ya Rabbal Alamiin.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.