Setelah selesai menggelar pementasaan Lomba Tramoda pada Rabu kemarin, OSAKA (OSIS Smansa Perjaka) kembali mementaskan tramoda dari perwakilan kelas yang mendapat giliran hari ini, Kamis (18/11), di indoor sekolah. Sebanyak 15 perwakilan kelas dipanggil naik panggung sesuai dengan nomor urut undian. Para penari sudah siap menanti jatah tampil. Penonton yang berasal dari anggota kelas yang mendapat giliran tampil hari ini pun sudah duduk rapi menantikan perform teman-teman mereka.

Tak Kalah Meriah

Seperti sehari sebelumnya, penyelenggaraan Lomba Tramoda kali ini juga disambut riuh penonton yang terlihat ikut bersemangat menyaksikan penampilan tiap kelas. Liuk gemulai dalam gerak tarian tradisonal berpadu dengan modern dance menjadi sisi menarik tersendiri di mata siswa. Kostum yang mendukung ikut membuat penampilan para peserta makin memancar.
“Senang sekali bisa menikmati kesenian yang ditampilkan langsung oleh para siswa. Sebagai juri, saya terkesima melihat penampilan mereka yang bisa dikatakan semua bagus mengingat waktu persiapan yang tidak begitu lama. Saya mengapresiasi karena tiap tahun selalu ada peningkatan kualitas baik dari penampilan maupun koreografinya,” kata Drs. Eko Priyono, salah satu juri Lomba Tramoda.

Mengenal Kearifan Lokal

Ajang pentas seni seperti tramoda ini tentu memberi pengalaman baru, khususnya bagi siswa yang belum pernah mengikuti lomba menari. Kesungguhan dalam berlatih dan berkoordinasi dengan teman-teman satu kelompok merupakan bekal kuat untuk sampai pada hari pementasan dan menampilkan pesona secara maksimal. Selain itu, para siswa menjadi lebih mengenal tarian tradisional daerah. Di tengah gencarnya kemajuan teknologi modern dan tontonan dari Barat, para siswa tetap terampil menunjukkan tarian tradisional d atas panggung.

“Saya awalnya canggung meski bukan pertama kali menari, tapi berkat latihan dan saling support dengan teman lain menjadikan kami terus belajar untuk percaya diri dan berusaha memberikan yang terbaik ketika tampil. Bangga juga karena bisa menarikan tari tradisional modern. Hal itu benar-benar jadi pengalaman berharga untuk saya,” ujar Nadaa Dewi, siswi dari kelas X Mipa 4 yang ikut jadi perwakilan kelas.

Rangkaian kegiatan HUT Smansa Perjaka dari tahun ke tahun memang bertujuan untuk mengajak siswa merasakan sisi lain dari rutinitas biasanya. Pihak sekolah menginginkan perayaan HUT sekolah diselenggarakan penuh arti, bukan dengan aktivitas siswa yang percuma, apalagi jika sekadar untuk hura-hura. Dengan adanya berbagai lomba beserta agenda-agenda lain yang mengisi perayaan hari jadi sekolah tahun ini, diharapkan Smansa Perjaka makin jaya, terus melangkah untuk meraih sukses yang bermakna. Majulah terus sekolah kita tercinta. Moving forward for the brighter future!


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.